Sejumlah startup lokal mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang mampu memahami bahasa Indonesia, termasuk dialek daerah. Teknologi ini diarahkan untuk membantu masyarakat mengakses informasi layanan publik dengan lebih mudah.
Pengembang menekankan pentingnya kualitas data dan tata kelola privasi. Model dilatih menggunakan korpus yang beragam agar mampu memberikan jawaban yang relevan tanpa mengabaikan konteks lokal.
AI yang baik bukan hanya pintar, tetapi juga aman, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Beberapa pemerintah daerah mulai melakukan uji coba pada kanal layanan warga. Evaluasi akan dilakukan untuk mengukur akurasi, kecepatan respons, dan tingkat kepuasan pengguna.